Tips Mengenal Usia Kehamilan pada Kandungan Dengan kalender

Mengetahui usia kehamilan merupakan faktor penting bagi ibu hamil. Karena dengan memperkirakan berapa usia kandungan, ibu akan mengetahui kapan bayi akan lahir. Pada umumnya, usia awal kehamilan dapat dihitung dari Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT). Biasanya untuk menghitung usia kehamilan, ibu hamil akan lebih mudah mengghitungnya melalui hitungan minggu atau hari. Hal tersebut dinilai lebih efektif karena menghitung usia kehamilan dengan kalkulasi minggu atau hari lebih terbilang mudah dan lebih terperinci dibanding menghitungnya secara bulan.

Pemahaman dalam mengenal usia kehamilan juga berperan sangat penting bagi ibu hamil, terutama terhadap janin yang ada dalam kandungan. Karenanya, ibu dapat mengetahui perkembangan apa saja yang terjadi pada bayi pada saat usia kehamilan tertentu. Selain itu juga dengan menghitung usia kehamilan, ibu bisa lebih menjaga sekaligus mengatur pola makan yang sesuai agar pemenuhan gizi pada janin yang dikandung terpenuhi dengan cukup. Manfaat lain yang didapat, dengan memperhitungkan usia kehamilan, ibu dapat melakukan hal apa saja yang sekiranya  dapat anda kerjakan dan tidak dikerjakan.

Biasanya, untuk menghitung usia kehamilan pada kandungan, ada dua cara yang sering dilakukan oleh ibu hamil. yaitu, menghitung secara manual dengan menggunakan kalender kehamilan, atau memeriksanya melalui USG. Menghitung usia kehamilan melalui kalender merupakan cara yang paling sederhana yang dapat anda lakukan sendiri dirumah tanpa harus mengeluarkan biaya yang mahal untuk melakukan tindakan USG. Dengan metode penghitungan kalender, ibu juga bisa memprediksi kapan bayi akan lahir atau dalam istilah lain Hari Perkiraan Lahir (HPL). Caranya cukup mudah, ibu hanya perlu menghitungnya sejak Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT).

Adapun rumus untuk menghitungnya terbilang cukup mudah, anda hanya perlu menghitung tanggal HPHT dengan menambahkan angka 7 kemudian bulan pada saat haid terakhir dikurang 3, perlu diketahui, apabila bulan yang didapat pada saat anda hamil jatuh antara januari – maret maka anda cukup mengganti angka 3 dengan menambahkan angka 9 pada bulan terakhir anda haid, dan yang terakhir tahun pada saat anda hamil ditambah angka 1. Demikian rumus yang dapat anda coba hitung sendiri dirumah. Rumus ini sering dikenal dengan rumus Naegele.

Apabila ibu lupa mencatat Hari Pertama Haid Terakhir karena kesibukan yang dikerjakan, anda juga dapat melakukan perhitungan usia kehamilan dengan melakukan konsultasi kedokter kandungan untuk diperiksa dengan USG. Keakuratan pemeriksaan USG dengan perhitungan menggunakan kalender kehamilan memang tidak terpaut jauh perbedaannya. Pemeriksaan kandungan dapat anda lakukan pada usia 12 minggu setelah anda dinyatakan positif hamil.

Selain dengan menggunakan rumus Naegele dan memeriksanya ke USG, anda juga dapat dengan mudah menghitungnya dengan menggunakan beberapa aplikasi yang telah disediakan di playstore, anda bisa mengunduh kalender perhitungan hamil dengan Cuma – Cuma tanpa harus berbayar. Langkah – langkahnya terbilang cukup mudah, sama halnya seperti anda menghitung kalender kehamilan sendiri. Selain cara – cara diatas, ibu hamil juga dapat menghitung usia kehamilan dengan mendeteksi gerakan janin yang ada pada kandungan. Caranya cukup mudah, anda hanya perlu merasakan gerakan yang terjadi pada janin yang ada dalam kandungan. Jika anda mulai merasakan adanya pergerakan pada janin maka dapat di prediksi usia janin pada kandungan anda telah memasuki usia 18 – 20 minggu. Cukup mudah bukan, selamat mencoba. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *